• Breaking News

    Blog Pendidikan, Contoh Makalah, Contoh Naskah Drama, English Text, Contoh Resensi, Contoh Surat

    Pengertian dan Ciri Gurindam


    Krumpuls - Pengertian dan Ciri Gurindam - Gurindam adalah termasuk Karya sastra klasik dan tergolong karya sastra melayu. diera sekarang hampir tak pernah kita jumpai Karya sastra Gurindam yang baru. dan yang terkenal dan paling populer adalah Gurindam Dua Belas.

    Gurindam merupakan suatu bentuk puisi Melayu yang terdiri atas dua bait. Setiap baitnya terdiri atas dua baris kalimat dengan rima yang sama. Pada akhirnya, semua komponen tersebut akan menjadi satu kesatuan yang utuh sebagai sebuah contoh gurindam.

    Pengertian dan Ciri Gurindam


    Puisi Melayu ini pada awalnya dibawa oleh orang Hindu atau sebagai bagian dari pengaruh Sastra Hindu. Istilah Gurindam diambil dari bahasa Tamil (India), yaitu kirindam’ yang artinya mula-mula amsal, atau perumpamaan.

    Baris pertama yang disebutkan dalam gurindam adalah soal, masalah, atau perjanjian. Sementara itu, baris kedua berisi tentang jawaban atau akibat dari masalah dan perjanjian yang disebutkan pada baris pertama. Misalnya, contoh gurindam yang berbunyi “barang siapa tiada memegang agama, sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama” yang menandakan bahwa seseorang yang tidak memiliki pedoman agama tidak diakui oleh masyarakat sehingga ‘tiada boleh dibilangkan nama’.

    Salah satu pencipta gurindam yang terkenal adalah Raja Ali Haji. Raja Ali Haji merupakan raja muda di Riau pada 1844 sampai 1857. Karya gurindam yang diciptakannya itu terdiri atas 12 pasal sehingga dikenal dengan nama Gurindam Dua Belas.


    Gurindam Banjar

    Gurindam Banjar merupakan satu istilah yang secara langsung diadopsi untuk memberi nama pada fenomena yang serupa dalamkhasanah peribahasa Banjar. Peribahasa ini berbentuk puisi yang juga memiliki kemiripan dengan gurindam dalam sastra Melayu.

    Gurindam Banjar sendiri merupakan kata-kata dalam bahasa Banjar yang disusun dalam dua baris puisi berrima a/a secara vertikal ataupun horizontal. Sama halnya dengan gurindam dalam Sastra Melayu, gurindam Banjar juga memuat kalimat pertama sebagai sebab dan kalimat di baris kedua sebagai akibat.


    Berikut ini salah satu contoh gurindam Banjar.

    Banyak muntung bagawi kada manutung;
    Kabanyakan guring awak kurus karing;
    Kabanyakan rangka habis kada sahama-hama;
    Talalu harap, tatiharap;
    Talalu pilih, tapilih bangkung.



    Ciri-ciri Gurindam

    Seperti yang sudah disebutkan di atas, gurindam merupakan bentuk puisi dalam bahasa Melayu lamayang terdiri atas dua bait dengan masing-masing bait terdiri atas dua suku kata yang berirama sama. Gurindam memiliki perbedaan dengan pantun dalam hal ciri-cirinya. Ciri-ciri utama gurindam terdapat pada dua kalimat yang saling berhubungan dari isi dan liriknya.

    Sementara itu, berikut ini ciri-ciri gurindam yang lainnya.

    • Gurindam terdiri atas dua larik atau baris dalam satu baitnya;
    • Jumlah suku kata yang terdapat dalamsetiaplariknya tidak ditentukan,namun biasanya terdapat 10 sampai 14 suku kata;
    • Terdapat hubungan sebab akibat antara isi baris pertama dengan baris kedua;
    • Sajak berbunyi a-a;
    • Gurindam pada umumnya berisi tentang nasihat dan kata-kata mutiara.



    Karya Sastra Selain Gurindam

    Selain gurindam, terdapat pula beberapa macam karya sastra Melayu yang juga berisi tentang nasihat atau kata-kata mutiara. Jenis sajak tersebut adalah pantun, seloka, syair, talibun, hikayat, dan karmina. Pantun merupakan jenis puisi Melayu yang hampir seluruh masyarakat Indonesia mengenalnya. Puisi yang terdiri atas 4 baris dengan sajakyang berbeda-beda ini memiliki sampiran dan isi yang merupakan kesatuan.
    Sementara itu, seloka adalah bentuk puisi Melayu Klasik yang berisi pepatah atau perumpamaan yang mengandung gurauan, sindiran, atau ejekan. Bentuk selokabiasanya ditulis dalam empat baris dengan menggunakan bentuk pantun atau syair.

    Syair adalah puisi dalam bentuk terikat yang lebih mementingkan irama sajak. Syair ini biasanya terdiri atas 4 baris dengan irama a-a-a-a yang dalam keempat barisnya mengandung arti atau maksud dari apa yang hendak disampaikan oleh penyair.

    Talibun merupakan puisi lamayang serupa dengan pantun, namun terdiri atas lebih dari 4 baris. Jumlah baris yang diunakan biasanya 6 sampai 20 baris. Sementara itu, hikayat merupakan salah satu bentuk sastra prosa yang berisi tentang cerita, kisah, dongeng, atau sejarah. Pada umumnya, hikayat ini bercerita tentang pahlawan negara yang dilengkapi dengan mukjizat atau kesaktian tokoh tersebut.

    Terakhir adalah karmina, yakni pantun kilat yang terdiri atas dua baris dengan baris pertama sebagai sampiran dan baris kedua sebagai isi dengan polasajak lurus a-a. Karmina ini bisa digunaklan untuk menyampaikan ungkapan maupun sindiran secara langsung.

    Untuk yang mencari Contoh Gurindam, langsung aja kesini Contoh Gurindam dan Maknanya



    Demikianlah artikel yang bisa saya sare pada kesempatan kali ini mengenai Pengertian dan Ciri Gurindam, semoga bermanfaat dan berguna untuk ande semua - Pengertian dan Ciri Gurindam


    Pengertian dan Ciri Gurindam. karmina, Talibun, Syair, pantun, syair. Ciri-ciri Gurindam. Gurindam Banjar. Gurindam Dua Belas. Karya sastra Gurindam. Karya sastra klasik. sastra melayu

    1 komentar:

    Silahkan berkomentar dengan sopan,tidak mengandung sara atau pun menyinggung pihak tertentu.

    Fashion

    Beauty

    Travel